Langsung ke konten utama

POTENSIAL TANGGA


Seperti pada Gambar 1. Pada daerah x < 0 potensialnya nol sedangkan pada daerah  ≥ 0, potensialnya konstan yaitu  v.

Jika E< V 





Di daerah x > 0, V = Vo; misalkan fungsi gelombang elektron adalah ψ2(x)

 


Karena E < Vo, maka solusi bagi fungsi ψ2(x) merupakan fungsi eksponensial menurun

seperti



Di x = 0, ψ1 dan ψ2 harus bersambung agar fungsi gelombang itu kontinu;

Syarat kontinu:





Kerapatan peluang elektron di x > 0 dapat dihitung dengan menggunakan ψ2(x): 



Jadi, meskipun mengalami potensial penghalang yang lebih besar dari energinya,

elektron masih mempunyai peluang berada di x > 0.


adalah koefisien transmisi yang secara klasik tak dapat diramalkan.


Jika V>E







Mata Kuliah : Fisika Kuantum 

Penulis : Muthia Herika



https://lmsspada.kemdikbud.go.id/pluginfile.php/554477/mod_resource/content/3/Aplikasi%20Persamaan%20Schrodinger%20pada%20potensial%20tangga.pdf 

https://www.researchgate.net/profile/Nurlina-Nurlina/publication/336285131_FISIKA_KUANTUM/links/5d99b8b4a6fdccfd0e7b8dc1/FISIKA-KUANTUM.pdf 

https://www.scribd.com/presentation/485484175/PPT-POTENSIAL-PENGHALANG-pptx

 

 

 



Postingan populer dari blog ini

MAGNETOSTATIK

 MAGNETOSTATIK  Magnetostatika adalah salah satu cabang ilmu fisika yang mengkaji tentang medan magnet dimana arus dalam sistem tidak bergerak (statis). pembahasan tentang magnetostatika erat kaitannya dengan elektrostatika dan elektromagnetika. Dalam magnetostatika banyak membahas tentang induksi magnetik yang dihasilkan oleh arus listrik searah. Adanya arus listrik akan menghasilkan induksi magnetik. Dengan kata lain, medan magnet dapat timbul karena adanya arus listrik. Dalam magnetostatik, kita dapat menggunakan hukum Gauss untuk magnetisme dan hukum Ampere untuk menentukan medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik searah.   Kita juga dapat menggunakan konsep garis gaya magnet, induksi magnetik, fluks magnetik, dan momen dipol magnetik untuk menggambarkan sifat-sifat medan magnet . Magnetostatik juga dapat digunakan untuk memprediksi peristiwa-peristiwa peralihan magnetik yang cepat yang terjadi pada skala waktu nanodetik atau kurang . Magnetostatik banyak diguna...

TEORI KEGAGALAN DAN SIFAT HIGROTERMAL

  Teori Kegagalan Material Komposit      Teori kegagalan material komposit digunakan untuk memahami dan memprediksi kapan dan bagaimana material komposit akan mengalami kegagalan ketika diterapkan beban atau kondisi lingkungan tertentu. Karena komposit terdiri dari dua atau lebih komponen dengan sifat yang berbeda (seperti serat dan matriks), kegagalan bisa terjadi dalam berbagai bentuk yang lebih kompleks dibandingkan dengan material tunggal (monolitik). Oleh karena itu, teori kegagalan komposit lebih rumit dan mempertimbangkan interaksi antara komponen-komponen material tersebut. Jenis-Jenis Kegagalan dalam Material Komposit Kegagalan Serat Pecahnya Serat : Serat pada komposit bisa mengalami kegagalan jika beban yang diterapkan melebihi kekuatan tarik serat. Kegagalan ini biasanya terjadi pada serat yang mengarah ke arah tegangan. Kegagalan Matriks Retakan Matriks : Matriks dapat retak atau pecah jika mengalami tegangan tarik atau geser yang lebih tinggi dari batas...

MATERI UJI KUAT LAMINA KOMPOSIT KOEFISIEN

  Uji Kuat Lamina Komposit dan Koefisiennya      Lamina komposit adalah lapisan tipis material komposit yang terdiri dari serat dan matriks. Setiap lapisan (lamina) dalam komposit memiliki orientasi serat yang dapat berbeda-beda untuk memberikan kekuatan dan kekakuan yang optimal dalam arah tertentu. Uji kuat lamina komposit bertujuan untuk menentukan bagaimana lapisan komposit berperilaku di bawah kondisi beban, termasuk ketahanan terhadap kegagalan atau kerusakan. Uji Kuat Lamina Komposit      Uji kuat lamina komposit mengukur sifat mekanik dari lapisan komposit (serat dan matriks) yang mempengaruhi ketahanan material terhadap beban. Uji ini penting untuk memahami karakteristik kekuatan dan kekakuan dari bahan komposit yang digunakan dalam aplikasi struktural, terutama yang melibatkan material lapisan (lamina). Beberapa uji yang umum dilakukan pada lamina komposit termasuk: Uji Tarik (Tensile Test) : Uji tarik dilakukan untuk mengukur kekuatan tarik...