MAGNETOSTATIK
KONSEP-KONSEP DASAR MAGNETOSTATIKA
Konsep interaksi antara medan listrik dan medan magnet pertama kali ditemukan oleh Oersted pada tahun 1820. Oersted menyatakan bahwa di dalam muatan yang bergerak terdapat medan magnet yang mengelilinginya sehingga arus yang mengalir pada sebuah konduktor juga akan dikelilingi oleh medan magnet. Jika arus yang mengalir di dalam konduktor tersebut statis yang berarti besarnya selalu sama pada setiap waktu maka medan listrik yang mengelilingi konduktor tersebut akan tetap stabil. Kajian mengenai medan magnet yang tetap karena adanya arus listrik yang tetap disebut dengan magnetostatika.Pembahasan tentang magnetostatika diawali dengan pembahasan tentang gaya Lorenz. Di dalam konsep gaya Lorenz disebutkan bahwa adanya muatan listrik yang bergerak (arus listrik) akan menghasilkan medan magnet. Adanya gaya Lorenz telah menyajikan sebuah fenomena fisika mengenai interaksi antara medan listrik dan muatan listrik yang bergerak.
MEDAN MAGNET
GAYA MAGNET
ARUS
GARIS-GARIS GAYA MAGNET
INDUKSI MAGNET
Induksi Magnet adalah kuat medan magnet akibat adanya arus listrik yang mengalir dalam konduktor. Adanya kuat medan magnetik di sekitar konduktor berarus listrik diselidiki pertama kali oleh Hans Christian (Denmark, 1774 – 1851). Jika jarum kompas diletakkan sejajar dengan konduktor, maka konduktor itu akan dialiri arus listrik. Bila arah arus dibalik, maka penyimpangannya juga berbalik. Selanjutnya, secara teoretis laplace (1749 – 1827) menyatakan bahwa kuat medan magnet atau induksi magnet di sekitar arus listrik sebagai berikut:
FLUKS MAGNETIK
diamana θ adalah sudut datang B menurut vektor a (vektor a adalah vektor normal, yaitu tegak lurus dengan bidang).Umumnya, fluks magnetik yang melalui bidang S dinyatakan sebagai integral dari medan magnet atas luas bidang.
di mana adalah fluks magnetik, B adalah medan magnet, S adalah luas bidang, tanda "" menunjukkan operasi perkalian titik, dan dS adalah vektor infinitesimal (kecil tak berhingga), yang magnitudonya adalah elemen luas diferensial dari S, yang arahnya adalah tegak lurus bidang.
Fluks magnetik biasanya diukur dengan fluksmeter. Alat ini berisi kumparan dan rangkaian yang mampu menghitung fluks magnetik berdasarkan pada perubahan tegangan yang disebabkan oleh perubahan medan magnet yang melalui kumparan di dalam alat ini.
Fluck Magnetik Yang Melalui Bidang Tertutup
Hukum Gauss untuk magnet, yang merupakan satu dari empat Persamaan Maxwell, menyatakan bahwa jumlah fluks magnetik yang melalui bidang tertutup sama dengan nol. ("bidang tertutup" adalah bidang yang melingkupi suatu ruang tanpa celah.)
Dengan kata lain, hukum Gauss untuk magnetisme menyatakan:
untuk setiap bidang tertutup S.
Fluck Magnetik Yang Melalui Bidang Terbuka
Jika fluks magnetik yang melalui bidang tertutup selalu berjumlah nol, fluks magnetik yang melalui bidang terbuka tidak selalu nol dan nilai ini sangat penting dalam teori elektromagnetisme. Contohnya, perubahan fluks magnetik yang melalui kumparan kawat akan menimbulkan Gaya gerak listrik (GGL), yang kemudian menyebabkan adanya arus listrik, dalam kumparan. Perhitungannya diberikan melalui Hukum Faraday:
di mana:
- adalah GGL,
- Φm adalah fluks yang melewati bidang terbuka yang dibatasi oleh kurva ∂Σ(t),
- ∂Σ(t) adalah kurva tertutup yang berubah sejalan dengan waktu; GGL timbul disekitar kurva ini, dan merupakan batas bidang di mana Φm berada,
- dℓ adalah elemen vektor infinitesimal dari kurva ∂Σ(t),
- v adalah kecepatan dalam dℓ,
- E adalah medan listrik,
- B adalah medan magnet.
GGL yang timbul dalam persamaan di atas ditentukan dengan dua cara: pertama, sebagai jumlah usaha yang dilakukan tiap satuan muatan untuk melawan Gaya Lorentz supaya muatan dapat (cenderung) bergerak sepanjang kurva ∂Σ(t), dan kedua, sebagai fluks magnetik yang melalui bidang terbuka Σ(t).Persamaan ini merupakan prinsip dasar pembuatan generator listrik.
Perbandingan Dengan Fluks Listrik
Bertolak belakang dari fluks magnetik, Hukum Gauss tentang medan listrik, juga merupakan salah satu dari empat Persamaan Maxwell, adalah:
di mana
- E adalah Medan listrik,
- S adalah sembarang bidang tertutup,
- Q adalah jumlah muatan listrik di dalam bidang S,
- adalah konstanta listrik (konstanta umum, sering disebut pula "permitivitas" ruang).
MOMEN DIPOL MAGNETIK
Momen magnet adalah besaran yang mewakili kekuatan magnet dan orientasi magnet atau benda lain yang menghasilkan medan magnet. Lebih tepatnya, momen magnet mengacu pada momen dipol magnet, komponen momen magnet yang dapat diwakili oleh dipol magnet. Dipol magnet adalah kutub utara magnet dan kutub selatan magnet yang dipisahkan oleh jarak yang kecil.
Momen dipol magnet memiliki dimensi luas waktu arus atau energi dibagi kerapatan fluks magnet. Satuan momen dipol dalam meter–kilogram–sekon–ampere adalah ampere-meter persegi. Satuan dalam sistem satuan sentimeter–gram–sekon adalah erg (satuan energi) per gauss (satuan kerapatan fluks magnet). Seribu erg per gauss sama dengan satu ampere meter persegi.
Penurunan Rumus Momen Dipol Magnetik
Momen Dipol Magnetik- Medan magnet, B akibat loop arus yang membawa arus berjari-jari i, R pada jarak l sepanjang sumbunya diberikan oleh:
Sekarang jika kita mempertimbangkan suatu titik yang sangat jauh dari loop saat ini sehingga l>>R, maka kita dapat memperkirakan bidang tersebut sebagai:
Sekarang, luas lingkaran, A adalah
Dengan demikian, medan magnet dapat ditulis sebagai
Kita dapat menulis besaran baru μ ini sebagai vektor yang menunjuk sepanjang medan magnet, sehingga
Perhatikan kemiripan yang menakjubkan dengan medan dipol listrik:
Berbeda dengan medan listrik, medan magnet tidak mempunyai pasangan 'muatan'. Dengan kata lain tidak ada sumber atau penyerap medan magnet, yang ada hanya dipol. Segala sesuatu yang dapat menghasilkan medan magnet mempunyai sumber dan sumbernya, yaitu terdapat kutub utara dan kutub selatan. Dalam banyak hal, dipol magnet adalah satuan dasar yang dapat menghasilkan medan magnet.
Kebanyakan partikel elementer berperilaku secara intrinsik sebagai dipol magnet. Misalnya, elektron itu sendiri berperilaku sebagai dipol magnet dan mempunyai momen dipol magnet spin. Momen magnetik ini bersifat intrinsik karena elektron tidak mempunyai luas A (benda titik) dan juga tidak berputar pada dirinya sendiri, namun merupakan hal mendasar bagi sifat keberadaan elektron.
Kita dapat menggeneralisasikan momen magnet untuk putaran 'N' pada loop kawat sebagai
μ = NiA
Garis-garis medan magnet dari loop arus terlihat mirip dengan dipol listrik yang diidealkan:
Jika Anda pernah memecah magnet menjadi dua bagian, Anda akan menemukan bahwa masing-masing bagian membentuk magnet baru. Potongan baru ini juga berisi Kutub Utara dan Selatan. Tampaknya Anda tidak bisa mendapatkan kutub utara saja. Bisakah Anda menemukan jawabannya di artikel ini?
Berapakah Momen Dipol Magnetik dari Elektron yang Berputar?
Arus elektron yang berputar mengelilingi inti berat diberikan sebagai:
Momen magnet yang terkait dengan arus perputaran elektron diberikan sebagai:
Mengganti momentum sudut elektron yang berputar kita peroleh,
l = mVR
Karena itu,
Feromagnetik
Paramagnetik
Diamagnetik


